Medan, 26 Maret 2026 — Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Gerakan Rakyat Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Halal bi Halal yang berlangsung di Sekretariat DPW Sumut, Jalan Marindal, Komplek Villa Gading Mas I Blok N No. 14, Medan. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga DPC kabupaten/kota se-Sumatera Utara, sebagai wujud nyata dari komitmen mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas organisasi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan pasca Idul Fitri, melainkan momentum reflektif yang sarat makna. Dalam kebersamaan yang terjalin, tampak hadir semangat kolektif untuk terus menjaga harmoni, memperkuat nilai persaudaraan, serta menyatukan langkah dalam mengemban misi sosial Gerakan Rakyat di tengah masyarakat.
Acara dipandu dengan penuh khidmat, Dalam acara tersebut, Dewan Pakar Gerakan Rakyat Sumatera Utara,
Bapak Ismed, SH, menyampaikan bahwa momentum Halal Bi Halal menjadi ajang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas internal organisasi.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan persatuan merupakan kunci utama dalam membangun gerakan yang kuat dan berdampak bagi masyarakat.
Kekuatan terbesar sebuah gerakan bukan terletak pada banyaknya anggota, tetapi pada kokohnya persatuan dan keikhlasan dalam perjuangan,” ujar Ismed.
Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh elemen Gerakan Rakyat Sumatera Utara dapat terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ia juga menambahkan bahwa semangat saling memaafkan dalam Halal Bi Halal harus menjadi landasan dalam memperkuat komitmen bersama.
Silaturahmi yang terjaga akan melahirkan kekuatan, dan dari kekuatan itulah lahir perubahan yang membawa kebaikan,” tambahnya.
Ketua DPW Sumatera Utara, Bapak Ir. Suhiluddin Lubis, menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran kolektif seluruh hadirin. Ia menekankan bahwa Halal bi Halal adalah ruang spiritual sekaligus sosial yang mempertemukan hati dan pikiran dalam satu frekuensi kebersamaan. Menurutnya, silaturahmi lintas pengurus baik DPW, DPD, maupun DPC merupakan fondasi penting dalam menjaga kesinambungan gerakan.
Halal bi Halal bukan hanya tentang saling memaafkan secara formal, tetapi tentang membangun kembali ikatan batin yang mungkin sempat renggang oleh dinamika organisasi. Di sinilah kita menguatkan kembali komitmen bahwa Gerakan Rakyat hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar beliau dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh kader untuk terus bergerak aktif, responsif terhadap persoalan sosial, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa eksistensi organisasi hanya akan bermakna jika mampu menghadirkan solusi dan kontribusi konkret bagi masyarakat, terutama di Sumatera Utara yang memiliki keragaman sosial dan tantangan pembangunan yang kompleks.
Sekretaris Wilayah Sumatera Utara, Bapak Feriwanto Nainggolan, SE, turut hadir dan memberikan pandangan yang memperkaya diskursus organisasi. Ia menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai prasyarat untuk membangun kepercayaan publik. Dalam perspektifnya, Gerakan Rakyat harus mampu menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga matang secara kultur.
Sementara itu, Ketua DPD Kota Medan, Bapak Ahmad Sibli, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang konsolidasi yang efektif. Ia menambahkan bahwa sinergi antar pengurus di berbagai tingkatan harus terus diperkuat melalui komunikasi yang intens dan program kerja yang terarah.
Gerakan Rakyat harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat urban seperti Kota Medan. Kita perlu merancang program-program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga advokasi sosial. Konsolidasi seperti ini menjadi penting agar kita bergerak dalam satu visi dan langkah yang selaras,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua DPD Deli Serdang, Bapak Hajali, ST, menegaskan pentingnya memperluas jangkauan gerakan hingga ke akar rumput. Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kedekatannya dengan masyarakat.
Kita tidak boleh berjarak dengan rakyat. Justru kita harus menjadi bagian dari mereka, memahami kebutuhan mereka, dan hadir dalam setiap dinamika kehidupan sosial. Gerakan Rakyat harus menjadi representasi dari suara masyarakat yang selama ini mungkin belum terakomodasi secara optimal,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kehadiran Ketua DPD Panyabungan, Bapak Risman Nasution, juga menambah warna dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan Gerakan Rakyat di wilayahnya dengan pendekatan yang berbasis kearifan lokal. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik unik yang harus dipahami agar program organisasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menutup rangkaian sambutan, Bapak Asmuni, selaku pengurus Gerakan Rakyat DPD Kota Medan, memberikan pencerahan singkat yang sarat nilai spiritual. Ia mengulas makna Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah yakni kesucian hati, kejernihan niat, dan ketulusan dalam berbuat.
Idul Fitri mengajarkan kita untuk membersihkan diri, tidak hanya secara personal, tetapi juga secara kolektif sebagai bagian dari organisasi. Gerakan Rakyat harus terus berkembang dengan landasan moral yang kuat, menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum Halal bi Halal sebagai titik tolak untuk memperbaharui semangat pengabdian. Dalam pandangannya, organisasi yang besar bukan hanya ditentukan oleh jumlah anggotanya, tetapi oleh kualitas kontribusinya terhadap masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan Halal bi Halal ini berlangsung dengan penuh kehangatan, kekhidmatan, dan semangat persatuan. Tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar pengurus, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat visi bersama, menyelaraskan langkah, serta meneguhkan komitmen dalam membangun Gerakan Rakyat yang lebih solid, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat Sumatera Utara.
Dengan semangat Idul Fitri yang masih terasa, seluruh peserta pulang dengan membawa harapan baru—bahwa kebersamaan yang terjalin hari ini akan menjadi energi kolektif untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdi bagi kepentingan rakyat.












