MEDAN — Gerakan Rakyat Sumatera Utara Pada Jumat 20/02/26 mewujudkan keberpihakan kepada rakyat tidak diukur dari slogan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan. Pada Jumat berkah, Gerakan Rakyat melaksanakan pembagian kacamata baca gratis kepada jamaah di Masjid Al Jihad, sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar umat, khususnya jamaah lanjut usia yang mengalami keterbatasan penglihatan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh dr. Okkies R. Siregar, A.md.RO. bersama Ahmad Sibli dan Cahyo Mahdi, serta dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumatera Utara, Ir. Suhiluddin Lubis. Program ini menyasar langsung kebutuhan jamaah agar dapat membaca Al-Qur’an dan menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih nyaman dan layak.
Baca Juga :
Sejak pagi hari, suasana Masjid Al Jihad terasa berbeda. Jamaah tidak hanya datang untuk menunaikan ibadah Jumat, tetapi juga merasakan kehadiran sebuah gerakan yang bekerja secara sunyi namun berdampak nyata. Pembagian kacamata baca dilakukan secara tertib, sederhana, dan penuh adab, tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumut, Ir. Suhiluddin Lubis, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah cerminan arah gerakan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Gerakan Rakyat tidak ingin hadir sebagai simbol, tetapi sebagai solusi. Bagi sebagian orang, kacamata baca mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi jamaah yang kesulitan membaca, ini adalah pintu untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an,” tegasnya.
Menurut Suhiluddin, masjid harus dimaknai lebih luas sebagai pusat kepedulian sosial umat.
“Masjid adalah tempat nilai-nilai kemanusiaan tumbuh. Dari masjid, kita belajar tentang kepekaan, empati, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Salah satu inisiator kegiatan, dr. Okkies R. Siregar, A.Md.RO. menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan yang sering dijumpai di lapangan.
Tidak sedikit jamaah yang ingin membaca Al-Qur’an, tetapi terkendala penglihatan. Kami sepakat, jika ada kemampuan untuk membantu, maka itu harus segera dilakukan,” ungkapnya.

Ahmad Sibli dan Cahyo Mahdi menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang tanpa kemewahan, dengan semangat gotong royong dan keikhlasan. Fokus utama adalah memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi jamaah.
Pengurus Masjid Al Jihad menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai pembagian kacamata baca ini sangat relevan dengan kebutuhan jamaah, terutama kalangan lansia. Kehadiran Gerakan Rakyat dinilai membawa suasana kepedulian yang menyejukkan dan memperkuat fungsi sosial masjid.
Melalui kegiatan ini, Gerakan Rakyat Sumatera Utara kembali mengirim pesan yang jelas: gerakan ini dibangun dari kerja nyata, bukan keramaian. Dari masjid, dari jamaah, dan dari kebutuhan yang sering luput diperhatikan, Gerakan Rakyat meneguhkan diri sebagai gerakan yang hadir untuk memberi manfaat, menjaga martabat umat, dan menempatkan pengabdian sebagai fondasi utama perjuangan.
