Medan — Gerakan penghijauan berbasis komunitas mulai digerakkan oleh Gerakan Rakyat di berbagai daerah. Melalui program Satu Anggota Satu Pohon, organisasi kemasyarakatan ini mengajak seluruh kadernya untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga ekosistem lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan yang menghadapi keterbatasan ruang hijau.
Program tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah di Indonesia sebagai tindak lanjut surat edaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat. Di Sumatera Utara, kegiatan ini dijalankan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kota Medan dengan mengambil lokasi di kawasan Pangkalan Masyhur.
Kegiatan di Medan dipimpin langsung Ketua DPD Gerakan Rakyat Kota Medan, Ahmad Sibli, A.Md., didampingi Sekretaris DPD Cahyo Mahdi, S.Pd., serta pengurus lainnya. Sejumlah warga sekitar turut ambil bagian dalam proses penanaman pohon sebagai bentuk kolaborasi antara organisasi dan masyarakat.
Ahmad Sibli menyampaikan bahwa program tanam pohon merupakan respons atas kebutuhan kota besar seperti Medan yang semakin padat oleh pembangunan.
“Pohon memiliki peran penting sebagai paru-paru bumi. Kota Medan membutuhkan ruang hijau agar kualitas udara dan lingkungan tetap terjaga. Program ini menjadi cara kami berkontribusi langsung,” kata Ahmad Sibli di sela kegiatan.
Menurutnya, konsep satu anggota satu pohon dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran personal setiap kader agar memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Gerakan Rakyat Kota Medan, Cahyo Mahdi, menilai program tersebut tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial.
“Kegiatan ini mendorong keterlibatan warga dan memperkuat kepedulian bersama. Lingkungan yang terjaga tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja,” ujarnya.
Program tanam pohon ini juga mendapat penguatan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sumatera Utara. Ketua DPW Sumut menegaskan bahwa penghijauan menjadi bagian dari agenda jangka panjang organisasi dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan kegiatan sesaat. Penanaman pohon adalah langkah konkret yang harus dijaga konsistensinya agar memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah warga Pangkalan Masyhur menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai keterlibatan organisasi masyarakat dalam isu lingkungan menjadi contoh kolaborasi yang dibutuhkan di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
Pengamat lingkungan menilai inisiatif berbasis komunitas seperti ini dapat menjadi pelengkap upaya pemerintah dalam memperluas ruang hijau kota, selama dilakukan secara berkelanjutan dan disertai perawatan pascatanam.
Dengan pelaksanaan program tanam pohon di berbagai daerah, Gerakan Rakyat menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari agenda sosial yang lebih luas. Dari aksi sederhana menanam pohon, organisasi ini mendorong kesadaran bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
